Skip to content

Pupuk Perangsang Getah Karet

perangsang sadap karet

KELEBIAN POLES SORAX SADAP KARET JERMAN

getah pohon karet

Cara Penggunaan SORAX Sadap Karet Jerman

perangsang getah karet

Aplikasi  Sorax Sadap Karet ada 3 cara

meningkatkan getah karet

memperbanyak getah karet

Hal yang perlu diperhatikan pada pemberian SORAX Sadap Karet Jerman

bisnis karet

PUPUK NPK HUMAGROW : 6-30-6 PLUS

HUMIC ACID 10 %
Pupuk Tanaman Sawit Dan KaretKelebihan Pupuk NPK Humagrow yaitu : Memperbaiki Unsur Unsur tanah dan tanaman keras, yang bisa menghasilkan 2 kali lipat dari hasil sebelumnya1.      Memperbaiki dan meningkatkan dan membentuk  pertumbuhan Akar yang kuat2.      Tanah lebih Remah dan lebih lama menahan air, sehingga 99 % pemupukan bisa diserap oleh  tanaman, dan tidak hilang terbawa arus air3.      Nutrisi lebih mudah tersedia bagi tanaman, karena bisa menahan unsur hara Makro Mikro dan memberikan unsur tersebut, sesui kebutuhan tanaman4.      Merangsang pembungaan dan pembentuk buah, dan kusus untuk pohon karet, menyediakan dan meningkatkan kandungan latek sehingga hasilnya meningkat5.      Meningkatkan kandungan Klorofil sehingga daun daun suburApakah Humic AcidAdalah zat organik yang memiliki  berat molekul tinggi yaitu  Berat Molekul : 10.000-100.000 g/mol, sebagai sumber bahan organik alami dalam tanah. sehingga sistim pembentukan akar yang kuat dan panjang memberikan efek yang baik bagi tanaman. Daya serap dan jelajah akar semakin maksimal untuk mencari unsur hara makro mikro dan nutrisi dalam tanah dan meningkatkan kemampuan  menahan air dalam tanah sekitar 80-90 % sehingga menjaga kandungan unsur makro dan mikro supaya tidak hilang dan bisa di serap oleh tanaman, dalam istilah umum  (4 Sehat 5 Sempurna) Npk Humagrow sebagai  nutrisi atau vitamin 4 sehat bagi tanaman. Adapun Humic Acid sebagai Nutrisi 5 Sempurnanya. Dan 5 sempurnanya bisa di campur/tambah  dengan Pupuk OreaAplikasi Pemupukan Karet :Setiap satu tengki ukuran 15 Liter Air, di kasih 10 – 15 Sendok Kusus,, dan diaduk rata dan siap di semprotkan di bagian pangkal batang dan Perakaran dan tanah satu meter dari pohon. Dan bisa juga di campur pupuk Orea di sebarkan sebelum penyemprotan NPK Humagrow. Perhektar 2-3 Karung Pupuk  Orea adapun NPK Humagrow cukup 2-3 Botol 250 grm.Tanaman Sawit : Setiap satu tenggki ukuran 15 Liter Air, di kasih 15 Sendok, dan penyemprotan di pangkal batang dan daerah perakaran, dan bagian bawah daun. Dan bisa di campur dengan Pupuk Orea di sebarkan sebelum penyemprotan cukup 3-5 karung Pupuk Orea perhektar Sawit, adapun NPK Humagrow cukup 3-4 Botol 250 grm

Nb : Pemupukan Bisa 3 – 4 Bulan Sekali Perhektar 4 Botol  NPK HUMAGROW        Di campurkan  dengan Pupuk Orea 3-4  karung, tampa di semprotkanInfo Kadungan           : + 10 % Humic Acid             : Fe                              : 0,7 %Netrogen N – NH4    : 6    %                                    : Mn                            : 4 ppmP                                  : 30  %                                    : Zn                             : 29 ppmK                                 : 6    %                                    : B                               : 362 ppm


Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350

Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com

perangsang karet

 

Tata Guna Panel Pada Sistem Sadap Karet

PUPUK NPK SORAX SADAP KARET JERMAN

perangsang sadap karet
Cara membuat pupk organik cair

 

Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com

Sistem sadap karet untuk klon slow starter

sadap karet
Penyadapan pada klon-klon slow starter pada periode kulit pulihan menerapkan sistem sadap ganda (double cut) 2 x ¼ S↑↓d/3. Klon-klon slow starter relatif lebih tahan terhadap tekanan sadap yang agak berat. Kulit pulihan klon-klon ini umumnya potensial, oleh sebab itu kulit pulihan dapat disadap kembali. Aplikasi stimulan pada klon-klon jenis ini maksimal 18 kali per tahun dengan interval 2 kali per bulan. Pada tahun pertama sampai tahun ke lima penyadapan dilakukan pada panel B0-1 dengan sistem sadap ½ S↓ d/3.ET 2,5%. Tahun ke enam sampai ke sepuluh menggunakan sistem sadap ½ S↓ d/3.ET 2,5% pada panel B0-2, kemudian selama empat tahun digunakan sistem sadap 2 x ¼ S↑↓d/3. ET 2,5% pada panel H0-1 dan BI-1. Selanjutnya, selama empat tahun penyadapan dilakukan pada panel H0-2 dan BI-2 dengan sistem sadap 2 x ¼ S↑↓d/3. ET 2,5%, ditambah 2 tahun sadap bebas, maka diharapkan siklus ekonomi dapat mencapai 20 tahun.

METODE PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

METODE PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

Cara Pemupukan

  1. Pemupukan dilakukan dengan sistem tebar dan sistem benam (Pocket)
  2. Pada sistem tebar, pupuk ditebarkan di piringan pada jarak 0,5 meter hingga pinggir piringan pada tanaman muda, dan pada jarak 1 – 2,4 meter pada tanaman dewasa.
  3. Pada sistem pocket, pupuk diberikan pada 4 – 6 lubang pada piringan disekeliling pohon. Kemudian lubang ditutup kembali. Sistem pocket disarankan pada areal rendahan, areal perengan ataupun pada tanah pasiran yang mudah tercuci/tererosi.
  4. Pada tapak kuda, 75 % pupuk diberikan pada areal dekat tebing. Untuk mengurangi pencucian, pupuk ini sebaiknya diaplikasikan dengan sistem pocket.

 

Berdasarkan alat yang digunakan, Pemupukan dapat dilakukan secara manual, mekanis, maupun dengan Pesawat terbang.

  • Pemupukan manual paling umum dan mudah dilakukan.
  • Pemupukan mekanis menggunakan alat (traktor) penebar pupuk untuk areal yang relatif rata. Cara ini banyak diterapkan karena sulitnya memperoleh tenaga kerja pemupuk
  • Aerial spraying sesuai untuk aplikasi pupuk padaareal yang sulit terjangkau dan daerah yangsulit memperoleh tenaga kerja

Persiapan

  1. Pembenahan piringan, pasar pikul, rorak, tapak kuda, tapak timbun dan lain-lain.
  2. Penghancuran pupuk yang menggumpal
  3. Takaran pupuk dibuat per jenis dan dosis pupuk. Sapu lidi pendek ( 15 Cm ) berbentuk kipas untuk penebaran pupuk.
  4. Luas areal yang dipremikan maksimal 30 % areal pemupukan hari itu.
  5. Persiapan : Kebutuhan jenis dan dosis pupuk dan jumlah pohon, tenaga penebar, pengecer, pengangkut pupuk, transportasi pupuk ke lapangan.

PUPUK NPK SORAX SADAP KARET JERMAN

perangsang sadap karet
Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350

Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com

Pupuk NPK SORAX SADAP LATEX

buat pupuk kompos sendiri

buat pupuk kompos sendiri

Urusan sampah memang kerap merepotkan. Namun, jika disikapi dengan arif, sampah pun bisa membawa keuntungan. Sampah organik (terurai) yang merupakan sisa rumah tangga sebetulnya bisa didaur ulang menjadi kompos. Caranya pun cukup mudah dan bisa dilakukan dalam skala rumahan.
buat pupuk kompos
Usman Firdaus menjelaskan, membuat kompos sebagai media tanam sangat baik dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta. “Pasalnya, saat ini di Jakarta sudah sulit menemukan tanah sebagai media tanam,” jelas Ketua Kelompok Tani Cikoko Hijau Lestari ini. Menurut Usman, untuk membuat kompos sebagai media tanam, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, semuanya dapat dibuat sendiri dengan bahan dan alat sederhana.

Sebelum membuat kompos, sediakan dahulu beberapa bahan, yakni:
• Hijau daun atau sampah dapur.
• gula pasir/gula merah.
• Bioaktivator (bisa berupa EM4).

Sementara itu, alat-alat yang diperlukan adalah:
• Pencacah (pisau atau mesin pencacah).
• Bak komposter mini lengkap dengan tutupnya (bisa dibuat dari ember bekas cat ukuran 25 kg).
• Sprayer untuk menyemprot bio aktivator.

Cara Pembuatan:
1. Pisahkan sampah daun/sayur dengan sampah non organik.
2. Rajang/cincang/cacah sampah organik dengan ukuran 1 – 2 cm.
3. Masukkan sampah organik yang sudah dicacah ke dalam komposter mini.
4. Semprot/siram sampah organik dengan larutan bioaktivator hingga merata dengan takaran satu tutup botol (10 cc), dicampur dengan satu liter air.
5. Tutup rapat-rapat bak komposter mini dan letakkan di tempat teduh. Lakukan penyemprotan setiap kali memasukkan sampah organik dan tutup kembali. Lakukan penambahan dan penyemprotan sampah organik secara berulang sampai bak komposter mini penuh.
6. Diamkan selama tujuh sampai 14 hari agar terjadi proses komposting yang akan menghasilkan pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair dan pupuk padat dipisahkan oleh saringan.
7. Pupuk cair dapat diambil dengan membuka keran mulai pada hari ke-5 dan seterusnya. Jika air lindi (pupuk cair) berbau tak sedap, campurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 5. Tambahkan pula satu sendok makan kapur sirih yang dilarutkan dengan air, kemudian tuang ke dalam botol lindi. Warna lindi akan berubah jadi agak jernih dan tak berbau.
8. Ambil pupuk padat yang sudah menjadi bubur kompos, tambahkan bahan aditif (dapat berupa sekam, arang sekam, serbuk gergaji perbandingan 2 : 1).
9. Sebelum digunakan sebagai pupuk atau media tanam, kompos harus terlebih dahulu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
10. Pupuk organik cair dapat langsung digunakan sebagai pupuk tanaman. Apabila pupuk cair organik akan disimpan, sebaiknya difermentasi dahulu dengan bahan bioaktivator dengan perbandingan 4 : 1.

 

Paket Hemat Pupuk NPK Humagrow NPK dan Pupuk Humus

( 4 botol Pupuk NPK dan 4 Kotak Pupuk Humus )
Harga Rp 375.000 ,- sudah termasuk ongkos kirim
Kami Melayani Penjualan Seluruh Nusantara
Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350

Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com

PUPUK ORGANIK – ORGANIC FERTILIZER

PUPUK ORGANIC

Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dan dirombak dengan bantuan microorganisme dekomposer seperti bakteri dan cendawan menjadi unsur-unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Proses perombakan bahan organik menjadi pupuk organik itu dapat berlangsung secara alami atau buatan.

Penggunaan pupuk organik dalam proses budidaya tanaman sudah dilakukan sejak dulu oleh nenek moyang kita, baik secara sengaja seperti pemanfaatan kotoran ternak/pupuk kandang atau secara tidak sengaja, yaitu adanya seresah yang tertimbun dan akhirnya menjadi humus. Proses alami yang terjadi sebagai anugrah, terus dipelajari dan dilaksanakan pengembangan teknologi sehingga prosesnya menjadi lebih cepat bila dibandingkan berjalan murni secara alami. Bukan suatu teknologi yang tertinggal apabila kita meninjau kembali adanya komponen-komponen organik sehagai bahan bahan yang dapat membantu memperbaiki ekosistem pertanian, justru merupakan suatu tantangan dan kewajiban bagi kita untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi. Adanya pengolahan dan pengembalian sisa-sisa tumbuhan dan bahan organik lainnya menjadi substrat penyusun tanah dengan cara pembuatan pupuk-pupuk organik, adalah langkah yang mulia dalam proses kehidupan manusia.

Penambahan pupuk organik pada sistem pertanian organik adalah sangat penting karena dapat memperbaiki sifat fisik tanah (stuktur dan tekstur tanah), sifat kimia tanah (sumber paling utama tersedianya hara tanah, karena unsur hara yang terkandung jenisnya lengkap), juga dapat dapat memperbaiki sifat biologi tanah (media hidup mikroorganisme tanah yang bermanfaat).

Secara umum Peranan/Fungsi Pupuk Organik, adalah sebagai berikut :

· Meningkatkan kemampuan tanah menjerap air

· Meningkatkan kemampuan tanah menjerap nutrisi

· Memperbaiki aerasi tanah

· Sumber unsur hara tanaman yang lengkap

· Sumber energi dan media hidup mokroorganisme tanah

· Memperbaiki warna tanah

Pupuk organik dapat berupa pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair biasanya berupa air saringan dari pupuk padat, dimaksudkan agar penggunaannya lehih mudah tidak mengandung kotoran dan sekaligus untuk menjaga kelembaban tanah. Pupuk padat dapat berupa pupuk hijau, pupuk seresah, kompos, maupun pupuk kandang. Kesemuanya adalah berpengaruh positif terhadap tanah, jika pemberiannya setelah pupuk itu matang.

PUPUK ORGANIK PADAT (KERING)

1. Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk yang bahannya berasal dari tanaman atau komponen tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah. Jenis tanaman yang banyak digunakan dan memang lebih baik kualitasnya dibanding tanaman lain adalah jenis/familia Leguminoceae. Jenis tanaman tersebut mengandung unsur hara yang lehih baik, terutama unsur Nitrogen dibanding tanaman lain. Jenis tanaman leguminosa mempunyai daya serap hara yang lebih besar dan mempunyai bintil akar. Di dalam metabolismenya bersimbiosis dengan bakteri

Rhizobium yang dapat mengikat unsur nitrogen dari udara.

Keuntungan yang didapat jika menggunakan pupuk hijau :

a. Mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah serta infiltrasi air.

b. Mencegah adanya erosi

c. Sangat bermanfaat pada daerah-daerah yang sulit dijangkau untuk suplai pupuk anorganik.

d. Manfaat lain spesies pupuk hijau dapat dijadikan sebagai pakan ternak, kayu bakar bahkan sebagai makanan manusia.

Syarat-syarat tanaman pupuk hijau yang akan di pilih adalah sebagai berikut :

· Menghasilkan banyak biomas.

· Dapat menekan dan mengendalikan gulma.

· Prosentase produksi daun lebih besar dari pada bagian yang berkayu.

· Mempunyai kemampuan kemampuan mengikat nitrogennya tinggi dan melepaskan nutrisi pada tanah.

· Berumur pendek, cepat tumbuh, mempunyai kemampuan megakumulasi hara.

Tanaman yang berfungsi sebagai pupuk hijau, selain tanaman kacang-kacangan/polong-polongan, jenis rumput-rumputan (rumput gajah ), dan Azolla juga baik sebagai bahan pupuk hijau. Tanaman pupuk hijau yang cocok ditanam pada lahan pematang tanaman padi maupun lahan-lahan yang kosong, sedangkan Azolla adalah merupakan jenis tanaman pakuan air yang hidup di perairan. Seperti halnya tanaman leguminosae, Azolla mampu menambat N2 udara karena berasosiasi dengan sianobakteri (Anabaena azollae) yang hidup di dalam rongga daun Azolla. Menurut Khan (1983), kemampuan Azolla mengikat N2 dari udara berkisar antara 400 – 500 kg N/ha/tahun. Azolla berkembang Sangat cepat dan dapat menghasilkan biomassa sebanyak 10-15 ton/ha dengan C/N ratio 12 – 18, sehingga dalam waktu satu minggu Azolla telah terdekomposisi dengan sempurna.

B-Terra Pupuk Organik Cair

Humagrow B-Terra Pupuk Organik Cair 

 
No. Pendaftaran : L 163/organic/PPI/Xi/2007
Kami Melayani Seluruh Indonesia

Efektif digunakan pada musim hujan dan kemarau

 

B-Terra Pupuk Organik Cair
Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350

Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com

Pupuk Alami

PUPUK ALAMI

Produktivitas tanaman sangat erat hubungannya dengan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara dan air secara efisien dari tanah. Kegiatan akar tanaman ditentukan oleh suatu kumpulan biologi terpadu, dengan mengetahui pengetahuan ini dapat meningkatkan masing-2 proses biologi secara nyata. Pemanfaatan mikroba menawarkan teknik-teknik yang memungkinkan untuk meningkatkan serapan unsur hara, mempercepat pelapukan limbah organik padat, mengendalikan patogen tanah, memantapkan agregat tanah, dan secara keseluruhan meningkatkan kesuburan tanah. Informasi ini belum begitu banyak diketahui oleh petani kita secara mendalam. Pemanfaatan mikroba menguntungkan adalah Pupuk masa depan yang ramah lingkungan dan bersahabat, sebenarnya teknologi ini sudah lama diterapkan oleh leluhur kita dalam berbudidaya. Beberapa mikroba yang sering digunakan dalam budidaya organik :

Azotobacter sp.

Bertugas / berfungsi untuk melindungi atau menyelimuti hormon tumbuh yang terdapat dalam dan juga berfungsi sebagai mikroba penambat N (nitrogen) dari udara bebas.

Azospirillium sp.

Berfungsi sebagai penambat N (nitrogen) dari udara bebas untuk diserap oleh tanaman, serta menghasilkan hormon tumbuh IAA (Indole Acetid Acid).

Pseudomonas sp.

Menghasilkan enzim pengurai yang disebut lignin dan berfungsi juga untuk memecah ikatan zat-zat kimia yang tidak dapat terurai oleh mikroba lainnya serta melarutkan fosfat yang terikat dalam mineral liat tanah menjadi senyawa yang mudah diserap oleh tanaman. Selain itu dapat membantu proses dekomposisi, serta dapat mengurai residu pestisida yang jatuh didalam tanah.

Lactobacillius sp.

Berfungsi untuk membantu proses fermentasi bahan organik menjadi senyawa-senyawa asam laktat yang dapat diserap tanaman.

Bacillus sp.

Bacillus polymiyxa dapat menghasilkan fitohormon yang berpotensi untuk mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung fitohormon dari bakteri ini dapat menghambat organisme patogen pada tanaman, sedangkan pengaruh secara langsung fitohormon tersebut adalah untuk meningkatkan petumbuhan tanaman dan dapat bertindak sebagai fasilitator dalam penyerapan beberapa unsur hara dari lingkungan.

Rhizobium sp.

Merupakan bakteri penambat Nitrogen dari udara, yang bersimbiotik dengan akar tanaman (inang), tanaman-tanaman tersebut adalah kacang-kacangan dan tanaman jenis leguminase, menghambat pertumbuhan bakteri patogen serta memproduksi alfa amilase, beta-glucanase, protease dan hemi-selulosa.

Streptomyces sp.

Berfungsi menghasilkan antibiotik, vitamin, enzim dan antioksidan.

Penggunaan pupuk mikroba dapat menghemat penggunaan pupuk kimia sampai dengan 50% bahkan lebih. Perlu diketahui bahwa kandungan udara di sekitar kita adalah 79% Nitrogen dan 21% Oksigen. Mikroba yang terdapat dalam tanah yang sehat dapat berperan sebagai penambat N dari udara. Kemudian terdapat juga bakteri selulolitik, bakteri ini berfungsi mendegradasi selulosa yang berasal dari jerami, daun-daun atau bahan-bahan organik lain. Hasil dari pendegradasian tersebut, akan mendapatkan K dan unsur lain. Kandungan P di tanah Indonesia menurut hasil penelitian para ahli tanah adalah masih banyak atau jenuh karena unsur tersebut masih terikat oleh mineral liat tanah, jadi tidak dapat termanfaatkan langsung oleh tanaman. Hasil penelitian di lapangan bahwa dengan sedikit kumpulan mikroba menguntungkan dapat menghasilan N 100 kg atau setara dengan urea 220 kg, K 70 kg setara dengan 110 kg KCL dan 50 P, karena ada penambahan mikroba untuk N ada Rhisobium dan untuk selulolitik ada tambah streptomyces sp , hal inilah yang menjadi acuan mengapa setelah menggunakan dapat meng-hemat penggunaan pupuk kimia bahkan meniadakan pemakaian pupuk kimia.

==================================================================

1. Membuat pupuk Mikroba Efektif sederhana atau EM

Pupuk EM adalah pupuk mikroba organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah. Beriikut langkah-langkah pembuatan sederhana pupuk menggunakan EM :

Bahan-bahan :

  • Susu murni tanpa pengawet
  • Isi usus ayam atau kambing
  • 1/4 Kg terasi tradisional
  • 1 Kg gula pasir yg butek/coklat
  • 1 Kg Bekatul
  • 1 buah nanas
  • 10 Liter air bersih non-PDAM

Alat-alat yang diperlukan :

Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.

Cara pembuatan :

  • Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
  • Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
  • Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
  • Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
  • Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.

2. Membuat Pupuk Mikroba Super yang lebih baik lagi, metoda Organik Hijau

Bahan-bahan :

  • 1 kapsul 500 mg berisi mikroba-mikroba dorman yang dapat dipesan ke Organik Hijau
  • 100 ml Pupuk EM yang dibuat seperti resep diatas
  • 1 Kg gula pasir yg butek/coklat
  • 2 tablet vitamin B komplek

Alat-alat yang diperlukan :

botol bekas aqua 500 ml dan jerigen 60 liter

Cara pembuatan :

  • Masukkan kedalam botol bekas aqua air secukupnya, sisakan udara 15-20%
  • Masukkan 1 kapsul dan 100 ml cairan pupuk EM
  • Masukkan 1 sendok gula pasir dan 1 kapsul vit.B
  • Kocok dan tutup rapat botol biarkan/peram 1-2 hari, akan timbul gas dalam botol mengindikasikan mikroba hidup
  • Masukkan isi botol ini dalam jerigen yang terisi air bersih dan 1 kapsul vit.B
  • Masukkan sisa gula pasir dalam jerigen dan tutup rapat, peram selama 18-36 jam
  • Pupuk mikroba ini untuk pemakaian luas lahan 1 hektar.

3. Membuat Pupuk organik Cair

Bahan dan Alat:

  • 1 Liter mikroba (dapat dibuat dari resep-resep diatas, atau diganti 1 kapsul mikroba dorman dari Organik Hijau)
  • 5 kg hijau-hijauan/ daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
  • 0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
  • 1 Kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air secukupnya
  • Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
  • 30 kg kotoran hewan
  • Air secukupnya

Cara Pembuatan:

  • Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
  • Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
  • Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
  • Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
  • Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
  • Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.

Kegunaan:

Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.

4. Membuat Pupuk organik Cair dari Buah-buahan

Bahan dan Alat:

  • Buah-buahan busuk yg tidak termakan sebanyak 1 karung
  • 1 Kg gula pasir
  • 1 karung plastik dan ember besar
  • Pisau dan telenan
  • Air secukupnya

Cara Pembuatan:

  • Potong-potong buah-buahan ukuran kecil dan masukkan dalam karung
  • Ikat karung plastik dan rendam dalam ember, tambahkan air sampai karung terrendam semua
  • Larutkan gula dalam ember dan tutup ember
  • biarkan dan peram 1-3 minggu atau lebih lagi, akan muncul gelembung udara menandakan mikroba telah hidup
  • Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
  • Jangan lupa tempel labelnya

5. Membuat Pupuk Hijau

Bahan dan Komposisi:

  • 200 kg hijau daun atau sampah dapur.
  • 10 kg dedak halus.
  • ¼ kg gula pasir/gula merah.
  • ¼ liter bakteri/mikroba atau 1 kapsul 500 mgr OH (lihat resep diatas)
  • 200 liter air atau secukupnya.

Cara Pembuatan:

  • Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi.
  • Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun.
  • Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air.
  • Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata.
  • Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah dan bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat.
  • Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan.

6. Membuat Pupuk Kompos

Bahan dan Komposisi:

  • 100 kg arang sekam berambut
  • 200 kg kotoran hewan
  • 3-5 kg dedak atau bekatul
  • 0,5 kg gula pasir atau gula merah yang dicairkan dengan air
  • 0,5 liter bakteri
  • Air secukupnya

Cara Pembuatan:

  • Arang sekam, kotoran hewan, dedak, dan gula dicampur sampai rata dalam wadah yang bersih dan teduh. Jangan terkena hujan dan sinar matahari secara langsung.
  • Campurkan bakteri ke dalam air kemudian siramkan campuran di atas sambil diaduk sampai rata.
  • Tutup dengan plastik atau daun-daunan.
  • Tiap dua hari sekali siram dengan air dan diaduk-aduk.
  • Dalam 10 (sepuluh) hari kompos sudah jadi.
  • 1-2 ton pupuk kompos untuk lahan 1 hektar

7. Membuat Pupuk Kompos Super metoda Organik Hijau

Bahan dan Komposisi:

  • 1 ton kotoran sapi
  • 3-5 kg dedak atau bekatul
  • 0.5 siput/tutut/keong sawah (jenis hitam atau emas)
  • 10 Kg Batuan phospat
  • 3-5 kg abu gosok
  • 1 kapsul 500 mg mikroba kesuburan dapat dipesan di Organik Hijau
  • 1 kapsul 500 mg mikroba dekomposer dapat dipesan di Organik Hijau
  • 10 liter rendaman air coklat yang dibuat dengan merendam 1 karung sabut kelapa selama seminggu
  • 1 Kg gula pasir/merah

Cara Pembuatan:

  • Larutkan mikroba kesuburan dalam 1 liter air bersih dan 1 sendok makan gula dalam botol bekas aqua 500 ml
  • Larutkan mikroba dekomposer dalam 1 liter air bersih dan 1 sendok makan gula dalam botol bekas aqua 500 ml
  • Campur kan kotoran sapi, dedak, gerusan siput/keong, larutan mikroba kesuburan semprot air secukupnya, tutup dan peram 2-3 minggu dan tambahkan sisa gula
  • Campurkan batuan phospat (di hancurkan jadi serbuk halus), larutan mikroba dekomposer, abu gosok dan air coklat secukupnnya sampai adonan seperti adonan roti, biarkan sisa air coklat rendaman sabut kelapa
  • setelah 2-3 minggu fermentasi matang campurkan 2 adonan ini dan tambahkan sisa air coklat, tutup dan peram sampai 2-3 hari
  • 150 – 200 kg kompos ini sudah mencukupi untuk pemakaian padi sawah dengan luas areal 1 hektar
Pupuk Organik Cair

No. Pendaftaran : L 163/organic/PPI/Xi/2007
Kami Melayani Seluruh Indonesia
Efektif digunakan pada musim hujan dan kemarau
B-Terra Pupuk Organik Cair
Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350

Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com

Pupuk Kompos dan Pupuk humus merupakan pupuk organik super

Pupuk Kompos dan Pupuk humus merupakan pupuk organik super

Kompos dan humus merupakan pupuk organik dari hasil pelapukan jaringan atau bahan-bahan dan tanaman atau limbah organik. Penampilan atau sifat fisik kompos dan humus tidak berbeda. Perbedaannya hanya terletak pada proses terbentuknya. Kompos tebentuk dengan adanya campur tangan manusia, sedangkan humus terbentuk secara alami. Oleh karena terbentuk secara alami. Sementara pengaplikasian humus sama dengan pengaplikasian kompos (Musnamar, 2003).

Pengomposan merupakan praktek tertua untuk menyiapkan pupuk organik yang selanjutnya dikembangkan menjadi kunci teknologi untuk mendaur ulang limbah pemukiman dan perkotaan. Di Indonesia, pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk kandangsudah sejak lama dipraktekkan oleh petani tradisional. Meskipun tidak ada catatan sejarah sejak kapan petani memanfaatkan kotoran ternak sbagai pupuk organik (Sarief, 1986).

Tidak ada catatan sejarah dalam hal pendekatan ilmiah proses pengomposan di Indonesia, kemungkinan besar diperkenalkan oleh pakar pertanian Belanda. Pengomposan merupakan praktek yang dilakukan di pekarangan dengan memanfaatkan sampah pekarangan untuk bahan kompos, atau di desa dengan memanfaatkan kotoran ternak. Tetapi beberapa publikasi populer lama menjelaskan bahwa kompos yang baik dibuat dari campuran sisa tanaman dan kotoran ternak dengan perandingan 3:1 (Sutanto, 2006).

Pembuatan kompos pada hakikatnya ialah menumpukkan bahan-bahan organik dan membiarkannya terurai menjadi menjadi bahan-bahan yang mempunyai perbandingan C/N yang rendah (10-12) sebelum digunakan sebagai pupuk (Sutedjo, 2002).

Pupuk Humus Humagrow 85%

Berat bersih 50 gram

Kami Melayani seluruh nusantara, siap bekerja sama dengan PT dan Perkebunan

harga pupuk humus
Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com