Skip to content

PUPUK ORGANIK – ORGANIC FERTILIZER

November 18, 2012

PUPUK ORGANIC

Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dan dirombak dengan bantuan microorganisme dekomposer seperti bakteri dan cendawan menjadi unsur-unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Proses perombakan bahan organik menjadi pupuk organik itu dapat berlangsung secara alami atau buatan.

Penggunaan pupuk organik dalam proses budidaya tanaman sudah dilakukan sejak dulu oleh nenek moyang kita, baik secara sengaja seperti pemanfaatan kotoran ternak/pupuk kandang atau secara tidak sengaja, yaitu adanya seresah yang tertimbun dan akhirnya menjadi humus. Proses alami yang terjadi sebagai anugrah, terus dipelajari dan dilaksanakan pengembangan teknologi sehingga prosesnya menjadi lebih cepat bila dibandingkan berjalan murni secara alami. Bukan suatu teknologi yang tertinggal apabila kita meninjau kembali adanya komponen-komponen organik sehagai bahan bahan yang dapat membantu memperbaiki ekosistem pertanian, justru merupakan suatu tantangan dan kewajiban bagi kita untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi. Adanya pengolahan dan pengembalian sisa-sisa tumbuhan dan bahan organik lainnya menjadi substrat penyusun tanah dengan cara pembuatan pupuk-pupuk organik, adalah langkah yang mulia dalam proses kehidupan manusia.

Penambahan pupuk organik pada sistem pertanian organik adalah sangat penting karena dapat memperbaiki sifat fisik tanah (stuktur dan tekstur tanah), sifat kimia tanah (sumber paling utama tersedianya hara tanah, karena unsur hara yang terkandung jenisnya lengkap), juga dapat dapat memperbaiki sifat biologi tanah (media hidup mikroorganisme tanah yang bermanfaat).

Secara umum Peranan/Fungsi Pupuk Organik, adalah sebagai berikut :

· Meningkatkan kemampuan tanah menjerap air

· Meningkatkan kemampuan tanah menjerap nutrisi

· Memperbaiki aerasi tanah

· Sumber unsur hara tanaman yang lengkap

· Sumber energi dan media hidup mokroorganisme tanah

· Memperbaiki warna tanah

Pupuk organik dapat berupa pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair biasanya berupa air saringan dari pupuk padat, dimaksudkan agar penggunaannya lehih mudah tidak mengandung kotoran dan sekaligus untuk menjaga kelembaban tanah. Pupuk padat dapat berupa pupuk hijau, pupuk seresah, kompos, maupun pupuk kandang. Kesemuanya adalah berpengaruh positif terhadap tanah, jika pemberiannya setelah pupuk itu matang.

PUPUK ORGANIK PADAT (KERING)

1. Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk yang bahannya berasal dari tanaman atau komponen tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah. Jenis tanaman yang banyak digunakan dan memang lebih baik kualitasnya dibanding tanaman lain adalah jenis/familia Leguminoceae. Jenis tanaman tersebut mengandung unsur hara yang lehih baik, terutama unsur Nitrogen dibanding tanaman lain. Jenis tanaman leguminosa mempunyai daya serap hara yang lebih besar dan mempunyai bintil akar. Di dalam metabolismenya bersimbiosis dengan bakteri

Rhizobium yang dapat mengikat unsur nitrogen dari udara.

Keuntungan yang didapat jika menggunakan pupuk hijau :

a. Mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah serta infiltrasi air.

b. Mencegah adanya erosi

c. Sangat bermanfaat pada daerah-daerah yang sulit dijangkau untuk suplai pupuk anorganik.

d. Manfaat lain spesies pupuk hijau dapat dijadikan sebagai pakan ternak, kayu bakar bahkan sebagai makanan manusia.

Syarat-syarat tanaman pupuk hijau yang akan di pilih adalah sebagai berikut :

· Menghasilkan banyak biomas.

· Dapat menekan dan mengendalikan gulma.

· Prosentase produksi daun lebih besar dari pada bagian yang berkayu.

· Mempunyai kemampuan kemampuan mengikat nitrogennya tinggi dan melepaskan nutrisi pada tanah.

· Berumur pendek, cepat tumbuh, mempunyai kemampuan megakumulasi hara.

Tanaman yang berfungsi sebagai pupuk hijau, selain tanaman kacang-kacangan/polong-polongan, jenis rumput-rumputan (rumput gajah ), dan Azolla juga baik sebagai bahan pupuk hijau. Tanaman pupuk hijau yang cocok ditanam pada lahan pematang tanaman padi maupun lahan-lahan yang kosong, sedangkan Azolla adalah merupakan jenis tanaman pakuan air yang hidup di perairan. Seperti halnya tanaman leguminosae, Azolla mampu menambat N2 udara karena berasosiasi dengan sianobakteri (Anabaena azollae) yang hidup di dalam rongga daun Azolla. Menurut Khan (1983), kemampuan Azolla mengikat N2 dari udara berkisar antara 400 – 500 kg N/ha/tahun. Azolla berkembang Sangat cepat dan dapat menghasilkan biomassa sebanyak 10-15 ton/ha dengan C/N ratio 12 – 18, sehingga dalam waktu satu minggu Azolla telah terdekomposisi dengan sempurna.

B-Terra Pupuk Organik Cair

Humagrow B-Terra Pupuk Organik Cair 

 
No. Pendaftaran : L 163/organic/PPI/Xi/2007
Kami Melayani Seluruh Indonesia

Efektif digunakan pada musim hujan dan kemarau

 

B-Terra Pupuk Organik Cair
Office
Jl.Yankesmas B VI No 2 Komp Depkes sunter
Jakarta, Indonesia 14350

Telephone Hotline
Bapak Revie
Kantor : 021-2382 0212
Hp : 0815 1866 148
Email : revie_jorkam@yahoo.com

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: